5 Alasan Mengapa Kamu Nggak Boleh Mention Mantan Saat PDKT dengan Gebetan

0 265

Memang menghapus mantan dari ingatanmu tidak semudah menghapus foto dari galeri folder di handphone. Jika di galeri handphone cukup pilih “select all” kemudian klik “delete all” itu juga tidak seluruhnya hilang karena foto kenangan tersebut masih tersimpan di folder “recently deleted” yang sewaktu-waktu bisa kamu restore kembali.

Kita sebenarnya sangat mengetahui membicarakan soal mantan adalah ‘ranjau darat’ dimana pertanyaan ‘kenapa kamu putus?’ ini tidak mempunyai jawaban yang  benar-benar tepat.  It’s a no win situation. Be careful!

Kenapa? Karena jika jawabanmu “My ex cheated on me” dan kamu terlihat sedih dan merana sepanjang sesi curhatmu, dia bisa saja berpikir bahwa you’re still emotionally attached. Jika jawabanmu penuh emosi dan marah akan keadaanmu, bisa jadi dia ilfil karena mendengarkan cerita pahitmu. Dan jika kamu menceritkan alasanmu putus tanpa ekspresi sama sekali seolah-olah tidak ada yang perlu disesalkan, dia malah beranggapan kamu dingin, tidak ada empati dan kaku.

Bahkan jika kamu mengekspresikan yang positif sekalipun tentang mantanmu tetap beresiko bahwa ceritamu bisa membuat dia menjadi lebih kompetitif, cemburu, kalau kamu sebenarnya not over him. Jadi, there’s just no safe path. Selain itu membicarakan mantan juga tidak terlalu penting.

 

What Should I do?

Hubungan terdahulu dengan si mantan memang merupakan topik yang sangat logika untuk dibahas tapi they are never a smart topic. Kamu juga mungkin tahu bahwa sebagian orang berusaha menghindar untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan tentang masa lalunya. Karena sebagian orang sangat private dan tertutup untuk membahas tentang masa lalunya.

Jika saat ini kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang ada beberapa rules kasat mata yang kamu harus ingat untuk menghindari dari bahasan soal mantan.

1. Don’t mention your ex

Kenapa? No explanation needed!

2. Beware Of Trick Questions

Kadang beberapa pertanyaan dari pasanganmu sebenarnya bukan karena ingin tahu apa yang terjadi denganmu dengan si mantan. Dia hanya ingin mengukur perasaanmu saat ini dengan mantanmu. Jangan kebablasan menceritakan panjang lebar. Jangan sampai si dia berpikir “Is she over that guy?”

3. Your Answer

Kalau dia bertanya alasan kenapa kamu putus, kamu bisa saja menjawab:

  • “He is a nice guy, tapi kami memilih berpisah karena sesuatu alasan dan kesepakatan bersama.”
  • “He wasn’t a nice person, I learned a lot from that relationship.”
  • “Kami masih terlalu anak-anak dan kami belum punya arah yang jelas waktu itu.”
  • “We didn’t communicate very well, but it was a great learning experience.”
  • “Ternyata hobby yang sama tidak menjamin kecocokan didalam mengambil keputusan penting”

Apapun itu jawabanmu, make it simple. Buatlah suasana percakapanmu menjadi energi yang positif.

4. Answer Only What You’re Asked

Kamu bukan sedang berada di ruangan sidang meja hijau yang harus menjelaskan panjang lebar dan detail. Less information, less problem.

5. Throw Away The Evidence

Sebelum kamu mengundang si dia ke rumah, pastikan tidak ada  fotomu dengan si mantan, tidak penting seberapa cantik dan seksi kamu di gambar itu, simpan saja!

Hindari drama yang tidak penting. Periksa sosial mediamu, mulai dari Facebook, Instagram, kalau masih banyak foto mesramu dengan si mantan, ada baiknya dihapus untuk menjaga perasaan pasanganmu. Paling tidak atur saja settingan sosial mediamu. Kamu harus tahu bahwa pasanganmu juga punya perasaan. Hargailah. Remember, don’t let your past mess up your future!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.